kepada Ukhtiku yang cantik..

tahukah anti, jikalau khamar sangatlah memabukkan, maka senyummu lah lebih sangat lagi memabukkan.
tahukah anti, jikalau mentari pagi sinarnya menyilaukan mata, maka indahnya akhlakmu lah lebih sudah cukup menyinari dunia ini
tahukah anti, jikalau anginlah paling lembut di dunia ini, maka sikapmulah yang lebih lembut darinya. Kelembutan yang memiliki kekuatan dahsyat.
Kekuatan yang bahkan mampu meruntuhkan dinding ego seorang anak adam.
tahukah anti, jikalau sarang laba-laba adalah yang paling rapuh di dunia ini, maka hatimulah sesungguhnya lebih rawan darinya. Bukan lagi laba-laba yang bersarang. Namun para kumbang jalang lah yang siap siaga menyerbu bentengmu.

Ukhtiku yang cantik..
Engkau benar-benar cantik
Dapur kelopakmu pun bahkan telah sempurna memasak sekuali madu
Pun mahkotamu telah sukses menebar harum
Pun benang sarimu telah siap hinggap di kepala putikmu
Tinggal menunggu kumbang sebagai pengantar sarimu
Tinggal menunggu angin yang akan menerbangkan sarimu
Bukan cemburu aku di buatnya olehmu.
Bukan pula iri maupun dengki dengan rahmat Allah padamu.

Ukhtiku yang cantik..
Ada hal yang tertinggal, tahukah anti bahwa dunia ini tidak akan berarti apapun tanpamu.
Indahnya dunia karena adanya kita. Karenamu, wahai ukhtiku yang cantik.
Bukankah Allah Yang Esa telah telah memproklamasikan, bahwa segala yang di dunia ini tidak lah menandingi adanya seorang wanita shalihah. Seorang sepertimu, ukhtiku.

Ukhtiku yang cantik…
Derasnya hujan awal musim ini, tidak lah seberapa dibandingkan dengan sungai kecil di pipiku. Saat ku tahu, betapa mekarmu telah dihadang oleh para perompak hati.

Ukhtiku yang cantik…
Jikalau harus air mata ini membadai, ingin aku menyapukannya kepadamu
Membasuhnya agar engkau tetap bersih.
Menggulungmu dengan badai ini
Menjaganya agar engkau tetap kemilau diterpa sinar
agar engkau tetap memiliki pelangi dari satu biasan berkas sinar putih
Menyiramnya agar engkau tetap segar.
Agar engkau tetap mekar,

Ukhtiku, aku mencintaimu karena Allah.
Dia yang menjadikan kita dengan sempurnanya bentuk.
Separuh aku adalah engkau.
Akan ku jaga hingga sepasang tangan mulia memetikmu.
Insya Allah..

Kamis, 27 September 2012 di suatu malam di Palangka raya

Iklan

setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya. Ayo gunakan Hak Anda dengan baik.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s