Setapak di Yos Sudarso

Jam menunjukkan 19.38an saat aku keluar dari sebuah rumah. Kaki aku hentakan dalam tarian pedal sepeda. Si Merah melaju menuju Yos Sudarso. Yos Sudarso kulalui. Hotel Dandang Tingang, kemudian Pasar TVRI. Belokan Pasar Burung, kemudian disusul dengan beberapa deretan orang jual kaset-kaset, DVD, VCD, boneka, dan beberapa buah. Di sekitaran STIE, tepatnya dibawah pohon yang rada menjorok ke jalan, aku melihat seorang bapak-bapak. Pake celana trening biru ada garis putihnya. Pake topi. Baju coklat gak jelas, rada abu-abu juga. Kulitnya item. Lebih tepatnya kukatakan, dekil. Ekspresi wajahnya kusut. Berkeringat, kumuh. Beliau lagi nyolokin sedotan ke gelas teh yang biasa seribuan harganya. Melihat si bapak itu. Aku ingat seseorang. Seseorang aja lah.. Dan tiba-tiba aku rindukan dia, seseorang itu. Bapakku. Dia, bapak-bapak yang kulihat di bawah pohon tadi itu, secara perawakannya mirip banget ama bapak.

Orang-orang kaya bapak-bapak yang kulihat di bawah pohon itu, banyak banget jenisnya di Palangka Raya ini. Kebanyakan dari mereka adalah buruh bangunan. Pemulung. Pengemis. Dan yang terakhir adalah…. adalah…. adalah….. eeemmmm…., orang stress akut. Atau bahasa Indonesianya orang gila. Orang sedeng, atau apalah…, kurang tahu aku.  Bahasa Indonesia aku gak dapat nilai baik.

Melihat bapak-bapak yang tadi dibawah pohon, siapapun dia, ntah buruh bangunan, pemulung, atau pengemis atau apapun… membuat hatiku sedikit tersentuh. Sebait doa kubisikan dalam kebisuan hatiku.

Ya Allah…
Jika orang yang tadi kulihat, seorang buruh bangunan di bumimu ini…
Tolong, jadikanlah dia hanya menjadi buruhMu.
Seorang buruh yang hanya bekerja padaMU.
Membangun Bumi dalam peradaban yang mentauhidkan statusMU.
Ya Allah…
Jika orang yang kulihat tadi orang yang papa,
Jika orang tadi seorang pengemis,
Tolong jadikanlah dia hanya mengemis padaMU.
Hanya menadahkan tangan pada rahmat dan karuniaMU
Ya Allah…
Jika orang tadi, orang gila,
Tolong lunaskan jiwanya ya Robb…
Jika dia bingung, tolong tunjukkan arah padanya
Jika dia lemah, tolong berikan dia kekuatan tambahan untuk menjalani hari-hari di kehidupan yang Kau pinjamkan padanya.
Ya Allah…
Jika orang yang kulihat tadi dihinakan orang,
Tolong muliakan dia di mata penghuni surgaMu nanti
Jika orang yang kulihat tadi orang yang hina di dunia ini.
Orang yang banyak dosa…
Tolong, tunjukkan jalan pada kemuliaan orang-orang yang mulia
Tolong ampuni dosa-dosanya, ya Robb…
Jika kemuliaan dunia tidak dapatkan bagiannya,
Tolong, lunaskan kemuliaan akhiratnya nanti ya Robb…

Bisikan itu masih bergumam terus bahkan ketika si Merah telah membawaku sampai pada belokan Gajah Mungkur. Aku, malu melihat bapak-bapak tadi. Bapak-bapak di bawah pohon tadi telah menjadi kepingan kaca yag terhempas. Dan sekeping kaca itu berada dalam gengamanku. Melukaiku. Dan tapi, masih mampu memantulkan sedikit bayanganku.

Ya Allah…
Makasih untuk kesehatan orang tuaku.
Makasih untuk pekerjaaan orang tuaku.
Makasih untuk kemuliaan yang kau berikan pada mereka.
Makasih untuk kehidupan yang Kau berikan pada mereka, padaku juga.
Makasih untuk kekuatan yang masih saja Kau berikan ke aku
untuk modal aku menjalani kehidupan yang kau pinjamkan.
Makasih untuk baju-baju yang bersih,
Makasih untuk baju-baju yang masih bagus,
Makasih untuk baju-baju yang masih baik untuk menutup auratku.
Makasih untuk alat-alat mandi yang masih bisa kumiliki untuk membersihkan kulitku. Meski tidak cling, setidaknya Alhamdulillah tidak dekil.
Makasih untuk luwes yang memberiku naungan ganda, setelah langit, di bumiMU.
Makasih untuk jiwaku yang sehat.
Makasih untuk hatiku yang terus bisa merasa.
Makasih untuk jemariku yang terus bisa menyentuh.
Makasih untuk kakiku yang terus bisa melangkah.
Makasih untuk otakku yang terus bisa berpikir.
Makasih untuk telingaku yang terus bisa mendengar.
Makasih untuk mataku yang terus bisa melihat.
Makasih untuk lidahku yang terus bisa mengecap.
Makasih untuk bibirku yang terus bisa bicara.
Makasih untuk hidungku yang masih bisa mencium aroma.
Makasih masih menggratiskan oksigen untuk paru-paruku
Makasih ya Robb…
Makasih…
Makasih untuk semuanya Ya Allah…

(Allah punya banyak cara menyentuh hatiku, Palangka Raya 15 April 2013 # 20:57#)

Iklan

setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya. Ayo gunakan Hak Anda dengan baik.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s