Sang Mata

Mata itu…
Mata itu, dulu begitu jernih.
Sampai aku bisa berkaca padanya.
Mata itu, dulu anggun memancarkan ketakwaan.
Menampilkan keindahan jiwa pemiliknya.

Mata itu..
Kolam jiwa pemiliknya.
Seiring berdentangnya jam-jam mengurai detik-detiknya, mata itu mulai beriak.
Mata itu menimbulkan gelombang yang sedikit demi sedikit meruntuhkan tanggulnya yg tidak tangguh.
Mata itu mulai keruh..
Angin yang berhembus membelai mesra, kencang sesekali.
menjadikan riak itu, gelombang, itu kadang membadai.

Ah, mata itu kini..
nyalang…!!!
Ntah keruh karena reruntuhan tanggulnya.
Ntah itu karena ledakan cahaya kemilau hati si pemiliknya.
Hanya pemilik mata itu saja yg tahu…

 

(Menyelami sepasang mata, dengan tidak sengaja, ASF. Kamis, 11 Juli 2013. Di Prodi Fisika Unpar. Fix dalam kungkungan gerimis, satu, dua airnya di luar sana. Pondok Luwes, Senin Sore Perdana di 2014)

Iklan

setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya. Ayo gunakan Hak Anda dengan baik.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s