Susi Yanti

Adalah seorang dara di muka bumi ini. Beliau bernama Susi Yanti. Putri dari pasangan yang berbahagia Bapak Sudarno dan Ibu Towiyah. Dalam keluarga itu beliau di dahului oleh Eko Parindra dan disusul oleh Agustri Saputra. Menjadikan beliau anak gadis satu-satunya di keluarga tersebut, sampai saya menuliskan ini. Lahir 134 hari mendahului saya, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1991 di salah satu dusun di Kecamatan Parenggean. Golongan darahnya O.

Perpisahan sekolah. Aslinya foto semua cewek anak XII IPA. Tapi karena ada yang tidak berhijab makanya foto saya krop menampilkan saya dengan susi yang memang berdampingan

2009. Perpisahan sekolah.

[Aslinya itu foto semua cewek anak XII IPA. Tapi karena ada yang tidak berhijab makanya foto saya krop menampilkan saya dengan susi yang memang berdampingan]

Saya dipertemukan oleh Allah swt. dengan beliau di satu-satunya sekolah menengah atas yang ada di Kecamatan Parenggean, yaitu SMAN 1 Parenggean. Sebelumnya saya dari SMPN 3 Parenggean dan Susi dari SMPN 2 Parenggean. Lebih spesifik, Allah me-eratkan saya dengan Susi, dengan menjadikan kami masuk dalam kelas yang sama di SMA, yaitu kelas X ruang II. Dengan wali kelas Ibu Rina, S. Pd.

Susi Yanti di tahun 2009, di salah satu acara mentoring. di bukit batu. saya yang take ini gambar dengan kamera hape saya.

Susi Yanti di tahun 2009, di salah satu acara mentoring. di bukit batu. saya yang take ini gambar dengan kamera hape saya.

Susi dengan saya duduk berdampingan. Enggak bisa dibilang duduk sebangku dengannya, laaah.. Karena di SMA semua siswa dapat meja dan juga kursi masing-masing 1 paket. Di kelas X itu kami duduk dibarisan nomor 2 dari pintu. Dan duduk diurutan nomor 2 dari depan. Susi duduk di sebelah kanan saya. Di depan kami, yang saya ingat adalah Ila dan satunya saya tidak ingat. Ila adalah temen 1 SMP dengan saya.

Susi Yanti di pondok luwes tahun 2010. Di kamar yang saya huni, no. 11.

Susi Yanti di pondok luwes tahun 2010. Di kamar yang saya huni, no. 11.

Saat itu, saat awal masuk SMA. Saya tampil dengan kaos kaki selutut, rok sebetis, rambut digelung, dan wajah berminyak menjadi ciri khas saya. Ditambah dengan ekspresi sedikit planga-plongo. Sementara beliau, biar saya jabarkan sedikit tentangnya. Susi Yanti. Rambut panjang, pirang, tipis. Kurus. Pucat. Ekspresi orang yang sering sakit-sakitan. Rada gugupan. Itu perwujudan Susi yang terekam oleh saya. Saya sempat membatin saat itu, “Ini orang kok aneh banget.”

2011. Kelakuan anak Luwes di pengajian rutin malam Jumat. Hayo, Susi yang mana?? Hihihi...

2011. Kelakuan anak Luwes di pengajian rutin malam Jumat. Hayo, Susi yang mana?? Hihihi…

Saat itu, saya hendak duduk dengan Ila, teman 1 asal sekolah. Tapi Ibu Rina memberi ultimatum bahwa tidak ada yang boleh duduk dengan teman yang 1 asal sekolah. Jadilah saya duduk dengannya, dengan Susi Yanti.

2011, pulang dari majelis talim al-kahfi di masjid Shalahuddin

2011, pulang dari majelis talim al-kahfi di masjid Shalahuddin

Di salah satu hari, di awal-awal kelas X itu, salah satu teman saya yang lainnya, yang juga berasal dari SMP yang sama dengan Susi berkomentar, ”Yun, kamu itu cocok banget duduk sama Susi. Sama-sama orang aneh. Jadinya klop,” begitu dia bilang. Saat itu saya kemudian menyadari bahwa saya dengan tampilan saya juga tampak aneh dimata teman-teman. Saya merasa sedikit gemanaa gitu, pernah membatin kalau Susi itu orang yang aneh. Seharusnya saya sadar kalau saya juga tampak aneh. Dan sesama aneh tidak usah membatin segala.

2012. Di perjalanan menuju pernikahan teman saya. Ini foto Susi yang take sambil nyetir, diatas motor yang melaju.

2012. Di perjalanan menuju pernikahan teman saya. Ini foto Susi yang take sambil nyetir, diatas motor yang melaju.

Susi, beliau mendahului saya dalam berhijab. Beliau kelas X sudah mulai berhijab. Sementara saya menyusul beliau dengan hijab saya dikelas XI. Di kelas XI, kami sama-sama masuk kelas IPA. Bahkan janjian duduk berdampingan lagi. Di kelas XI ini kami duduk di barisan ke-3 dari pintu. Dan duduk di nomor urut 2 dari depan. Susi duduk di sebelah Kiri saya. Katanya gantian, biar matanya enggak jereng. Di depan kami adalah Dewi Suprihatin dan Nurul Solikiah. Dewi 1 desa dengan Susi. Bahkan Karib banget. Saudara sepersusuan. Sebenarnya apalah saya ini jika melihat hubungan Susi dengan Dewi.

2013. Merajut bersama. Foto ini di-take untuk bekal kegiatan Umi, salah satu penghuni luwes, ke Banjarmasin

2013. Merajut bersama. Foto ini di-take untuk bekal kegiatan Umi, salah satu penghuni luwes, ke Banjarmasin

Di kelas XII terjadi bencana. Sebelumnya, kami ada janjian bahwa di kelas XII bakal duduk berdampingan lagi. Bencana di kelas XII adalah, duduknya diatur ama wali kelas. Saya dengan Susi mencar jauh diantah-berantah. Saya di pojokan selurusan dengan pintu. Duduk dengan Samsul Hadi. Perjalanan di SMA menjadikan saya sangat tidak bisa berada dekat-dekat dengan teman cowok. Saat itu saya mulai sadar sebagai manusia yang semakin dewasa dan memiliki naluri yang normal, saya hanya menjaga kehati-hatian saya terhadap naluri saya. Saya down akut di kelas XII. Puncaknya saya nangis waktu habis ulangan matematika. Saat ulangan itu, Samsul menggoda saya. Meminta jawaban. Alias mau nyontek. Saya mah fine-fine aja kalau dia mau nyontek. Tapi caranya itu yang membuat saya jengkel. Dia towel-towel saya. Dia colek-colek bahu saya, kaya sabun aja. Dengan wajah memelas, meminta jawaban kepada saya. Saya memperbolehkan saja. Tapi caranya itu membuat saya tidak nyaman. Bisik-bisiknya yang menanyakan jawaban sangat menghilangkan segala apa-apa yang sudah sebelumnya saya pelajari. Jadinya nilai saya jeblok. Tapi Samsul bertanggung jawab, beliau menghibur saya dengan melakukan suatu atraksi yang aneh dan tidak terlupakan.

01102014365

2014. Di museum Balanga. Ssttt…!!! katanya ini pertamanya Susi ke Museum Balanga loh…

2014. Di museum Balanga. Ssttt...!!! katanya ini pertamanya Susi ke Museum Balanga loh...

Di kemudian hari, Susi ada menyambangi saya ke pojokan. Saya ceritakan dengan bersungut-sungut apa-apa yang menimpa saya di awal-awal kelas XII itu. Dan ternyata saya tidak sendirian. Beberapa teman pun mengalami ketidakcocokan teman berdampingan. Entah siapa yang memulai, kami sekelas berontak. Pindah mencari pasangan masing-masing. Seingat saya, kemudian Samsul duduk dengan Chandra. Dan Saya kembali duduk dengan Susi. Saya tidak ingat di barisan dan urutan keberapa. Karena di kelas XII sering gonta-ganti formasi duduk. Walaupun teman yang berdampingan tetap. Dikelas XII ini perlahan tapi pasti semangat saya bangkit lagi, setelah duduk dengan Susi, tentunya.

Sepulang beliau yudisium, kamis 23 April 2015. Di depan Kos tercinta.

Sepulang beliau yudisium, kamis 23 April 2015. Di depan Kos tercinta.

 Saya suka berteman dengannya. Dia orang paling lugu yang saya temui. Lugu di sini bukanlah lucu-lucu gubluk. Melainkan lugu yang sebenarnya, polos. Apa adanya. Jujur. Salah satu karakter beliau yang saya ingat adalah beliau orang yang teguh pendirian. Jika menurutnya itu benar, maka beliau akan pertahankan. Istilahny sampe berdarah-darah pun rela. Susi orangnya pemurah. Waktu kelas XII selama les persiapan ujian akhir, beliau selalu bawa bekal. Saya sering bantuin beliau menghabiskan bekalnya.

2015. Di depan aula UNPAR, sesaat setelah beliau dikukuhkan sebagai S.Pd

2015. Di depan aula UNPAR, sesaat setelah beliau dikukuhkan sebagai S.Pd

Di salah satu saat pelajaran matematika. (_saya alergi akut ama pelajaran yang inih_). Sekitaran kelas XI atau kelas XII, waktu ulangan, tiba-tiba saya blank dengan suatu persamaan yang sangat urgent untuk dipake menjawab soal-soal ulangan. Saya sebelumnya telah belajar sampe ngelontok itu persamaan. Karena terlalu gugup, otak saya henghong. Blank. Kosong. Enggak bisa mikir matematika sama sekali. Keringat dingin membasahi wajah saya. Saya enggak tahu harus gemana. Saya bingung. Saat saya menoleh ke kiri, saya dapati wajah Susi. Saya, dengan pengalaman yang cetek perihal mencontek, saya tanya Susi persamaan yang hilang begitu saja dari otak saya. Susi menggeser kertasnya sedikit, saya intip sedikit. Saya takut dosa mah. Saya liat sekilas jawaban Susi. Alhamdulilah, seketika jalinan-jalinan dendrit, neurit, sinapsis dan segala simpul-simpul di otak saya terjalin kembali lempeng. Saya kemudian dengan lancar menjawab soal-soal berikutnya. Saya ingat saya mendapat nilai lebih tinggi dari Susi. Saya merasa bersalah dengan itu. Tapi, Susi adalah orang yang paling bisa membesarkan hati saya. Saya enggak tahu bagaimana perasaannya. Tapi satu hal yang saya tahu, saya tetap berteman dengannya.

2015. Makan-makan dengan teman liqo halaqoh. Dalam rangka kelulusan beliau

2015. Makan-makan dengan teman liqo halaqoh. Dalam rangka kelulusan beliau

Saya sudah bilang kalau Susi orang jujur yang saya temui. Berkomitmen tinggi dengan apa yang menjadi keyakinannya. Saya selama duduk dengannya di SMA, sebagai imbal balik dan juga untuk mengurangi rasa bersalah saya ketika saya blank dan melihat persamaan dari kertasnya, saya ada beberapa kali menawarkan contekan di pelajaran-pelajaran lain saat ulangan. Tapi dia selalu menolak. Beliau dadahin saya tiap kali saya menawarkan jawaban. Sampai kemudian, di salah satu ulangan biologi, beliau sepertinya mengalami hal yang sama dengan saya. Blank seketika. Saat itu beliau berbisik, “Jenis-jenis otot apa aja?” saya senang. Saya bangga dibisikin Susi waktu ulangan. Dengan antusias saya jawab, “Otot lurik, otot polos, otos jantung.” 3 jenis otot ini sangat familiar untuk orang biologi. Kalau ingat ekspresi wajahnya, saya yakin Susi mengalami hal yang sama ketika saya kehilangan persamaan matematika.

2015. Makan-makan bareng semua berenjit Pondok Luwes plus Mbak Sofi dan Ibnu

2015. Makan-makan bareng semua berenjit Pondok Luwes plus Mbak Sofi dan Ibnu

Lulus SMA. Kami sama-sama daftar di Universitas yang sama. Universitas Palangka raya. Walaupun beda program studi. Saya ambil penddikan Fisika. Susi ambil pendidikan kimia. Dari mulai daftar, isi formulir, sampai tes, sama-sama. Bertiga dengan saudara iparnya. Arul. Tes duduk bertiga. Berderet. Susi di antara saya dengan Arul. Sama-sama diterima di program studi yang diinginkan. Sama-sama waktu dimarahin ama pak sopir travel karena diam aja, waktu ditanya alamat tujuan ke Palangka, dan hampir dibawa ke Banjarmasin. Sama-sama satu kelompok waktu OSPEK. Sama-sama satu kos waktu kos di pak RT. Sama-sama pindah kos ke luwes, di luwes beda kamar. Sering pulang kampung dan datang ke Palangka sama-sama. Makan sering sama-sama. Ngeteh sering sama-sama. Dan lagi, Futur pun sama-sama. Saya mendahuluinya dalam tarbiyah kampus beberapa bulan. Susi mulai tarbiyah setelah ikut Dauroh Marhalah (dari KAMMI komsat UNPAR). Kemudian beliau masuk struktur pengurus, tapi saya tidak. Setelah DM, sama-sama satu kelompok liqo halaqoh. Di DM, masuknya sama-sama. Saat itu, motivasi saya ikut DM adalah ketika adik tingkat saya, yang lebih dulu ikut DM, bercerita bahwa di DM seru, makannya sama-sama, digelar panjang. Ada juga makan ditampah. Setampah berlimaan. Rasanya seru, saya pengen merasakan juga, makanya ketika ada DM berikutnya saya ikutan. Susi juga, tapi saya tidak tahu apa motivasinya ikut DM. Jangan-jangan sama juga. Hihihi….

2015. syukuran kelulusan Susi. RM. Borobudur Sisingamangaraja. [Before]

2015. syukuran kelulusan Susi. RM. Borobudur Sisingamangaraja. [Before]

Tapi di satu tarbiyah yang lain. Beliau mendahului saya sangat lama. Saya dengan Susi tarbiyah di 2 kelompok yang berbeda. Tetapi tetap, kami sama-sama 1 kelompok. Hihihi….

2015. syukuran kelulusan Susi. RM. Borobudur Sisingamangaraja. [After]

2015. syukuran kelulusan Susi. RM. Borobudur Sisingamangaraja. [After]

Bertetangga dengannya, saya mendapatkan banyak manfaat darinya. Terutama dalam hal pinjam meminjam. Dalam ini, sayalah yang paling sering pinjam. Dari uang, kaos kaki, atribut muslimah lainnya kalau hari hujan dan saya kehabisan, dan lain sebagainya.

Susi yanti, telah mendahuli saya pulang ke kampuang nan jauh di mato dengan S.Pd-nya. Beliau telah menyelesaikan studi, dengan telah diwisudanya beliau pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015. Meninggalkan saya di Pondok Luwes ini sebagai satu-satunya sesepuh yang teramat rapuh. Beliau mendahului saya terjun di kehidupan yang sebenarnya. Darinya saya belajar banyak. Dan Susi Yanti, emmmm…., maksudnya Susi Yanti, S.Pd adalah salah satu orang yang selalu saya mohonkan kepada Allah swt. untuk satu frekuensi dengan saya di akhirat kelak. Di jannahnya Allah, insya Allah…

Susi, terimakasih teman…
Untuk hari-hari bersamamu…
Untuk semuanya…
Semuanya…
Semuanya…
Dan yang bahkan tidak terkatakan.

 

(Pondok Luwes, 09 Mei 2015 _22:21_)

Iklan

setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya. Ayo gunakan Hak Anda dengan baik.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s