Hati Seorang Pejalan Kaki

Selama ini saya mengenal plat kendaraan ada tiga jenisnya. Pertama, plat hitam dengan tulisan putih. Ini yang paling banyak saya temui. Baik di sepeda motor maupun mobil. Lalu plat merah. Ini setahu saya mengindikasikan bahwa kendaran tersebut kepunyaannya seorang pegawai negeri (PN). Ya, semacam inventaris dari negara gitu. Terus plat dari triplex. Ini mengindikasikan kendaraan tersebut adalah kendaraan baru. Baru buka bungkus dari dealer. Sering saya temui pada sepeda motor-sepeda motor yang baru, dan belum pernah saya temui pada mobil-mobil baru. Hihihi…

Lalu tadi saya temui kendaran, lebih tepatnya mobil dengan plat berwarna hijau-merah. Hmmm, kira-kira kendaraan dengan plat semacam gitu termasuk tipe yang mana, ya? Saya kurang mengetahuinya.

Satu hal, setiap hari Senin, Rabu dan Kamis, saya harus melewati jalan Lawu untuk mengajar anak-anak di TPA Al-Hijrah yang memang alamatnya di jalan Lawu. Setiap kali saya menyusuri jalan Lawu, sering kali klakson-klakson tidak ramah mampir di telinga saya. Padahal saya termasuk warga yang taat ama rambu-rambu lalu lintas. *ciyeee… Kecuali kepepet. Dan saya jarang sekali berada pada situasi kepepet jika berada di jalanan.

Jalan lawu termasuk jalan yang padat pengguna, padahal jalannya kecil, sempit. Karena bukan termasuk jalan utama.

Saya pernah diklakson ama mobil, yang sangat mengejutkan saya, padahal saya udah berada di jalur kiri dan dipinggir sampe batas pinggirnya. Aih, masa saya harus berjalan di tanggul selokannya? Dan memang, saya sering kali berjalan minggir sepinggir-pinggirnya di jalan ini.

Tapi tadi, hari ini, si kendaraan dengan plat hijau-merah, ia merayap dibelakang saya dengan sabar. Saat tadi kendaraan yang berbeda arus memadati, ia, si plat hijau-merah tidak mengklakson untuk meminta saya lebih minggir. Saya bahkan hampir saja tidak menyadari bahwa di belakang saya ada kendaraan yang satu arah dengan saya. Maka biasanya, untuk situasi semacam tadi, si kendaraan yang di belakang saya akan mengklakson saya dengan demikian nyaring mengusir saya ke pinggirnya terpinggir jalan.

Saya tidak pernah misuh-misuh kepada mereka, yang mengklaksonin saya. Kalau saya lagi full power, saya suka mikir bahwa klakson-klakson itu adalah sapaan mereka kepada saya. Namun tidak jarang hati saya cukup mencelos atas klakson-klakson mereka kepada pejalan kaki semacam saya. Seolah seorang pejalan kaki adalah warga kelas kesekian dari yang kesekian yang boleh berjalan di jalanan itu.

Jalan lawu bukan jalan utama, sempit, kecil, yang tentu saja engga bertrotoar segala macam. Semua pengguna jalan numplek jadi satu. Di dua arah yang berlawanan.

Mengingat si plat hijau-merah tadi, hati saya terenyuh. Rupanya masih ada pengguna kendaraan roda empat yang melewati jalanan jalan Lawu dan di belakang saya yang jalan kaki, dan ia tidak mengklakson saya. Disaat jalanan penuh, dengan kendaraan dari arus yang berbeda, ia menunggu, merayap mengikuti langkah-langkah kecil saya. Dan ketika jalanan mulai longgar barulah ia melintasi saya. Pun dengan penuh kesopanan. Tidak langsung ngebut, injek gas sekehendak hati.

Nomor platnya saya engga inget. Biasanya kendaraan di sini, di Palangka Raya ini, adalah KH empat digit angka kemudian dua huruf di belakangnya. Misalnya KH 1234 AA. Tadi saya engga ingat nomor platnya. Saya hanya ingat ada angka enam, sembilan, dan dua huruf dibelakangnya adalah XX.

Aih, siapapun anda pengendara roda empat berplat hijau-merah yang tadi, makasih udah ramah kepada pejalan kaki macam saya.

(Palangka Raya, 11 April 2016_18:06_ Ditulis dengan penuh keharuan)

Iklan

setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya. Ayo gunakan Hak Anda dengan baik.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s